1 Day Ago
// April 15th, 2009 // Erwin
Ini adalah kisahku 1 hari sebelum hari ini
Seperti biasa bangun pagi, buru2 ke kantor bagaikan pembalap pasar senggol di jalanan Jakarta. Capek habis gym.. tp demi hidup aq harus bekerja dan bekerja.. andaikan semua manusia bisa hidup enak tanpa bekerja.. aq pasti masih tidur pada saat itu..
Berkelak-kelok melali jalan pintas menuju ke S Parman. OMG wt* is this? seperti biasa menggunakan gaya bebas melewati jalanan tersebut.. tanpa ada semangat untuk bekerja. Sampai di ujung jalan.. Sorrrrrrrr gdubrak.. tepat didepan mata ada motor terjatuh menambah nafsu bekerjaku semakin berkurang. Tak lama kemudian patung Pancoran semakin terlihat dan membuatku teringat akan rumitnya pekerjaan kantor kemaren dan error2 di program yang menantiku. Tapi tetap berusaha semangat menjalankan rutinitas ini^^
Seperti biasa di kantor berjam-jam betatap muka dengan komputer. Andaikan komputer itu wanita, dia pasti sudah tersipu malu karena kutatap berjam-jam. hahaha. Pekerjaan berjalan seperti biasa, kebingungan terus menghujam dan membuat diriku mondar-mandir untuk bertanya ke atasan untuk menemukan problem solver yang tepat dengan kasus yang kuhadapi.
Ups tepat jam 3 aq masuk ke ‘Magic Box’. Apa itu? Ini bukan doraemon punya melainkan Magic Box adalah sebutan di kalangan kami sebagai programer untuk ruang manager. Disebut demikian karena banyak karyawan yang setelah keluar dari sana memiliki ekspresi yang aneh.. wow keren…^^ teknologi apa yang ada di dalamnya? mari kita selidiki lebih dalam:P sejam aq di sana.. mendapatkan arahan2 dari manager dan sekaligus teguran untuk memperbaiki kinerja team. Karena ruangan penuh dan yang dipanggil tidak hanya 1 orang, aqpun terpaksa berdiri selama itu. Mendengar perdebatan antara team dan bos.. dan teguran langsung dari bos. Sengeri itukah?
Sebenarnya tidak, dari itu semua ada tujuannya dan kekawatiranku selama ini terjawab di situ. Selama ini aq merasa aneh dengan kantorku, kenapa aq di tempatkan disitu. Menghadapi suatu proyek program perusahaan yang sangat komplek yang tidak hanya dibuat oleh 1 orang, tanpa pelatihan khusus untuk memahami satu persatu fungsi2 atau arti dari istilah2 yang ada di situ. Ingin untuk cepat2 keluar, tapi apa daya terikat kontrak selama 6 bulan dengan konsekuensi yang cukup besar jumlahnya yang harus ditanggung. Aq terpaksa melakukan semua itu demi mencari uang dan pengalaman yang cukup untuk membuka usaha sendiri.
Ternyata selama ini aq dilatih untuk untuk bertanggung jawab kepada orang lain tentang apa yang telah kukerjakan selama ini di kantor dan apa yang semua kulakukan selama aq bekerja harus bisa dipertanggung jawabkan. Aq dilatih untuk aktif, dan tetap tenang ketika menerima tekanan, dan tekun mengerjakan sesuatu sampai semuanya selesai. Aq tergolong orang yang pasif, menunggu orang lain bertindak dan kemudian mengikutinya, banyak berpikir dalam menghadapi suatu hal dan aq sangat bersyukur karena dengan selama 1 bulan aq bekerja di kantor ini aq mendapat pelatihan yang secara tidak langsung dapat membuatku aktif. Hal ini secara tidak langsung dan mau tidak mau membentuk suatu pondasi kepribadian dalam diriku yang berbeda dengan kehidupanku sebelumnya. Sampai saat ini aq mulai menikmati pekerjaanku karena aq akhirnya aku bisa menyelesaikan suatu form yang dapat mengenerate jurnal dari beberapa database. Hari ini tinggal testing doank, walaupun masih ragu apakah selama ini data yang kubuat benar atau tidak, tapi aq cukup bangga karena aq dapat menorehkan gaya bahasa koding ku ke program yang bukan main2 melainkan perusahaan besar. Ternyata tidak sesusah yang kubayangkan kalau aq mau berusaha.^^
Setelah itu, gara2 masuk Magic Box selama 1 jam.. aq harus pulang molor untuk menyelesaikan pekerjaanku dan langsung CGF, makan. sampai kost 24:00. Betapa capeknya kemaren.
Lalu apa hubungannya dengan DOA ku?
Selama ini aq masih malas meluangkan sedikit waktuku untuk berdoa. walaupun aq tahu bahwa Tuhan selalu mendampingiku.. Tapi kenapa terkadang aq sering kali mengacuhkannya.
Aq berpikir bagaimana caranya agar DOA itu menjadi suatu kebutuhan bagiku? kenapa bisa malas? apa penyebab kemalasan itu?
Semuanya terjawab pada hari itu.
Selama ini aq masih kurang takut akan Tuhan. Padahal aq tau seandainya Tuhan tidak ada di samping ku. Aku tidak akan mungkin dapat melewati semuanya itu. Melewati jalanan macet Jakarta sejauh 32 km tiap PP ke kantor setiap hari dengan kecepatan 80 km/ jam dan selamat sampai tujuan. Melewati hari2ku di kantor dan lain-lain sebagainya yang jika kusebutkan disini mungkin Blogspot ga muat. Betapa luar biasa dan baiknya Tuhan itu.
Mungkin untuk melakukan DOA awalnya butuh paksaan, seperti ketika aq menghadapi skripsi.. pasti semua orang malas membuat suatu karya ilmiah dengan puluhan buku dan ratusan artikel atau jurnal sebagai referensinya, namun karena tuntutan untuk mendapat gelar sarjana lulus juga. Dalam hal pekerjaan, sewaktu kerja mau tidak mau harus menyelesaikan semua proyek yang diberikan oleh atasan kepadaku dan aq harus menyelesaikanya dengan deadline yang mepet karena dikejar2 oleh user. Tapi akhirnya demi mengejar gajian setiap tanggal 25 (puji Tuhan seminggu lagi^^) bagaikan baterai yang habis dan baru menyala jika diisi ulang, sekarang proyek yang menakutkan itu selesai juga. Padahal sewaktu awal masuk aq sudah tertimpa rasa ketidak mampuan yang bertubi2 menghujam diriku ntah dari mana.
Coba seandainya hal itu juga terjadi pada DOAku. Dimana aq membayangkan sebuah perusahaan pendoa:D dan atasan kita adalah Tuhan. Kita mau tidak mau direkrut di dalamnya untuk menyelamatkan nyawa manusia dan mau tidak mau kita harus mendoaakan mereka agar tetap hidup (wah ngeri juga) dan jika 1 malam saja tidak doa beberapa nyawa melayang:(( termasuk orang2 yang dicintai..(hanya ilustrasi) atau lebih ngeri lagi jika kita tidak bisa hidup tanpa DOA. Pasti aq akan berDOA terus tiap hari dan pada akhirnya itu merupakan suatu kebutuhan bagi diriku. Tapi untungnya tidak seperti itu (memang Tuhan baik). Tetapi kita juga tidak boleh menyia2kan kebaikkannya.
Oleh karena itu aq akan berusaha untuk lebih giat dalam DOA dan menjadikannya suatu kebutuhan.




