Dan selama ia mencari Tuhan

// April 22nd, 2009 // David

Ada 2 orang raja Yehuda bernama Amazia dan Uzia anaknya.  Kedua-duanya melakukan apa yang benar di hadapan Tuhan, namun tidak dengan segenap hatinya. Ketika Amazia mendengar petunjuk Allah ia beroleh kemenangan, namun ketika ia mengabaikannya ia kalah bahkan mati. Uzia oleh penyertaan Tuhan ia menjadi raja yang hebat, namanya termasyur sampai ke negeri-negeri yang jauh, karena ia ditolong dengan ajaib sehingga menjadi kuat.

Mungkin hidup kita seperti kedua raja tersebut. Mencintai Tuhan namun tidak dengan segenap hati. Mungkin ada hal-hal atau orang-orang yang diposisikan lebih tinggi dalam hati kita. Pekerjaan, uang, orang tua, pacar, teman, atau bahkan kehidupan itu sendiri.  Kedua raja melakukan 2 kesalahan yang berbeda. Amazia menduakan Allah dengan menyembah berhala, sehingga ia tidak menjadi peka akan perintah dan peringatan Allah. Ia menjadi bodoh dan menyongsong kehancurannya sendiri. Apakah kita seperti itu? Mungkin ada berhala dalah hidup kita. Mungkin Ia tidak yang terutama sehingga kita kehilangan kepekaan terhadap kehadiran-Nya. Uzia menjadi sombong dengan kebesaran yang Allah berikan, ia merasa dapat melakukan semuanya sendiri. Ia melangkahi otoritas para imam pada waktu itu dengan masuk bait Allah dan membakar ukupan, sehingga ia dikutuk. Apakah kita merasa bisa melakukan segalanya? Apakah kita melakukan sesuatu yang bukan bagian kita, hanya karena kita merasa sanggup?

Hal ini menegor saya dalam banyak hal. Semakin dalam hubungan kita dengan Tuhan, semakin Ia ingin kita menjadi semakin sempurna, sehingga banyak detil yang tadinya tidak kita perhatikan mulai Ia ingatkan. Yang dulunya cuma ‘yang penting sudah mulai’, ‘lebih baik daripada tidak sama sekali’ dan berbagai hal yang menjadi alasan dalam kehidupan kita. Mulai diingatkan untuk di bawa lebih dalam. Karena yang terbaik tidak datang dengan memberi yang ‘daripada tidak sama sekali’, tapi dengan memberikan yang terbaik. Karena selama kita mencari Tuhan, Allah membuat segala usaha kita berhasil!

3 days ago

3 Responses to “Dan selama ia mencari Tuhan”

  1. Erwin says:

    Amin.

    Tidak sabar, menanti 1 day later, 2 days later, and 3 days laternya :D lalala~

  2. jafeto says:

    Amen… Biar Tuhan yang menguatkan langkah kakimu Daff… Jatuh dan Bangun semua mengalaminya… Tapi hanya orang2 yang disertai Tuhan yang akan naik semakin Tinggi

  3. Dwi Yuni Astuti says:

    Semakin dalam hubungan kita dengan Tuhan, semakin Ia ingin kita menjadi semakin sempurna –> Itulah panggilan hidup setiap orang percaya semakin hari smakin serupa dengan pribadi Kristus Yesus.
    Itu gak gampang jadi kuatkan dan teguhkan hati.

Leave a Reply