Alergi

// April 24th, 2009 // David

Hari kamis, saya berangkat ke kantor tengah hari bolong dengan ijin menambahkan istirahat akibat alergi hr sebelumnya, sebenarnya mau skalian ijin 1 hari (krn byk kerjaan nonformal yang blm selesai, td nya kupikir alergi ini ‘jalan’ dr Tuhan utk menyelesaikan itu semua :D ), tapi hikmat saya menyuruh saya berangkat. Sesampainya di kantor saya langsung menuju ke bagian finance untuk me-reimburse uang buat beli obat kemarin siang. Ketika berbicara saya bertemu seorang driver kantor, sebut saja pak jono (bukan nama sebenarnya), Dia melihat bungkusan obat yang saya bawa, dan bertanya, Mas obat apa itu? Saya menjawab, oh ini buat alergi, kemarin tiba2 saya alergi. Wah kalau saya biasa pakai obat ******* (dilarang menyebutkan merek), saya beli sampai berdus-dus, lanjutnya. Anak saya itu punya alergi telor, tapi doyan banget makan telor. Loh kalau gitu ya gak usah dikasi makan telor donk pak, kata saya. Lah ya gimana mas, namanya juga anak kecil, gak bisa dilarang, yaudah tiap kali makan telor ya saya kasih minum obat itu. Wah bahaya lo pak, kan itu obat keras, gak boleh sering-sering dimakan. Abis anaknya nangis kalau gak dikasih makan telor. Lalu saya mengakhiri pembicaraan karena memang sudah siang dan saya belum kerjain apa2…

1 hal saya pelajari, sering kali kita sebagai orang percaya mirip dengan anak pak jono itu. Udah tau dosa, tapi karena yakin Tuhan pasti mengampuni, lalu kita mengkompromikan dosa itu. Karena sudah tau obatnya jadi diterobos aja. Dosa kan enak kaya telor itu, tapi dosa punya akibat alergi bagi manusia, karena manusia tidak diciptakan untuk berdosa. It’s not in our blood! Walau Tuhan sudah menebus kita, dan akan selalu memaafkan kita, yang berarti kita sudah punya obat dosa tersebut. Namun, tetap saja seperti anak itu, kita masih dapat merasakan efek dari dosa tersebut. Bukan berarti IA tidak menebus kita secara utuh, tapi seperti si anak yang tetep merasakan kulit memerah, panas, gatal serta jantung berdebar-debar, kepala pusing (trust me! it works! :| ) dosa kita juga punya implikasi terhadap kita selama kita di dunia. Ada hukum alam yang tak bisa dilanggar. Misalnya, kita berbohong, lalu bertobat dan minta maaf, Tuhan sudah mengampuni, tapi kita sudah terlanjur menyakiti orang yang kita bohongi, hubungan kita sulit sekali kembali ke saat belum terjadi kebohongan. Mungkin suka bergosip, di gereja misalnya, setelah bertobatpun, kita sudah menjadi batu sandungan bagi saudara-saudara kita. Yang ekstrim, ketika seorang membunuh orang lalu bertobat, Allah mengampuninya, tetapi ia masih harus menanggung hukuman di penjara. Contoh lain, seseorang yang melakukan free sex, lalu bertobat, jiwa nya diselamatkan, tetapi mungkin ia terlanjur terkena penyakit, atau jika Tuhan memulihkan tubuhnya juga, masih mungkin partner free sex nya itu bisa saja tiba2 di masa depan hadir kembali ketika ia sudah membina sebuah keluarga bahagia dalam Tuhan, bayangkan apa jadinya? Hal-hal semacam itu bisa menjadi implikasi dosa kita. Karena kita masih hidup di dunia, ada hukum dunia yang mengikat setiap tindakan kita. Tindakan kita adalah pilihan, dan ketika kita sudah memilih maka bersiaplah menerima akibat-akibat dari pilihan tersebut (dalam persepsi saya tentang hukum dunia/hukum alam/takdir ini saya pahami sebagai inevitable. There is no such things as coincidence. All there is the inevitable). Lalu? Tetap andalkan Tuhan, hal keterpurukan apapun jika di serahkan pada-Nya sanggup diubahkan jadi kemenangan, ratapan menjadi tarian, tidak cuma menjadi senyuman. Tuhan menyertai kita bahkan dalam lembah kekelaman akibat dari dosa kita. Dan yang terutama, bertobat dan jangan berdosa lagi sekecil apapun. Sulit memang, tapi itu lah tanda kita sudah dewasa. Tidak seperti seorang anak yang merengek minta telor padahal tau hal tersebut menyebabkannya alergi hanya karena tau bahwa ada obat yang dapat menyembuhkannya. Makan telor, enak, alergi, minum obat, berulang2… Pokoknya tetep aja rasanya alergi itu gak enak!

One Response to “Alergi”

  1. Erwin says:

    Hahaha ilustrasinya lucu sekali,.. ketawa sendiri aq :D

    Dosa kek telor… hmm..hihihi..
    Mie instant kali ya klo aq, dah tau jelek buat kesehatan tapi tiap pagi masi aja makan mie>____<

    Bagus banget Vid^^ tulisanmu sep2..

Leave a Reply