Bersukacita dalam pujian dan penyembahan
// April 27th, 2009 // CauKwang
Thursday 16April 2009
Once time this is my second note I write…
Kemarin malam Rabu 14 April 2009 aku merasakan sukacita Allah penuh dalamku… dan aku sulit membendungnya. ingin rasanya bila ini diwujudkan dalam barang aku ingin membagi-bagikan kepada teman-teman yang ada dikostku pada waktu ini. Aku percaya ini juga yang dirasakan oleh teman-teman kostku dimana kita berlima ada dikamar Bayu-Toni. Ini sekilas dari noteku yang pertama.
Malam tadi Rabu 15 April 2009 aku mengajak teman-teman kostku untuk berdoa bersama kembali sehabis kami makan nasi uduk-ayam goreng mak nye kalau kami mengatakannya dan setelah pulang dari CGF digereja. Hem…rasanya sudah lelah, capek ditambah mataku sudah mengantuk karena kerja seharian dikantor dan waktu itu sudah menunjukkan pukul 23:40 yang aku rasakan sebelum berdoa.
Pada waktu aku berdoa aku hanya mengingat tentang kebaikan Tuhan saja karena Tuhan Yesus sudah menjagaku hingga saat ini baik aku didalam kesusahan ataupun kesukaaan. Setelah aku selesai berdoa aku mendapatkan rhema untuk tenang dan aku mencoba mengingat kembali kebaikan Tuhan dalam hidupku dengan ketenangan; yang pasti aku ada sampai menulis ini dengan kondisi sempurna dan sehat karena kebaikan dan kasih sayang Tuhan dalam hidupku. Tuhan Yesus mengingatkan aku melalaui Roh Kudus yang tinggal dalam aku. Aku hanya berdoa pada visi hidupku tahun ini agar apa yang aku kerjakan tidak melenceng. Puji Tuhan ada beberapa yang sudah Tuhan wujudkan dalam hidupku. Tapi aku percaya dalam imanku aku terus bersandar dan berharap akan Tuhan dengan visiku yang masih belum terwujud…. Hem…ini yang menjadi kekuatanku.
Friend hari ini aku mendengar banyak masalah-masalah dalam pekerjaanku yang sebetulnya bukan hal yang rumit tapi ini yang cukup mengganggu yaitu karyawan lapangan yang menuntut kejelasan jam kerja yang berhubungan dengan upahnya. Memang sebelumnya aku dan manajerku mempunyai pandangan yang berdeda, hal ini awal polemik yang terjadi dikantorku dan menjadi pergumulan buat kami staff yang terlibat untuk menyelesaikan masalah ini. Hal ini mengajarkan kepadaku tentang karakter penundukan diri terhadap pemimpin. Hari demi hari hingga saat ini aku terus belajar mengenali karaker sesorang dan menanggapinya dengan rendah hati dan puji Tuhan hubunganku yang semapat tegang mulai dipulihkan kembali…..





smngt bro!