Plus and Minus

// May 5th, 2009 // David

Hari minggu kemarin ada 2 kejadian yang membuatku menyadari 2 hal, kelebihan dan kekuranganku:

Kemarin minggu Komsel kami mengadakan acara esketing bareng yang gak rugi banget… krn sampe hr ini masih kerasa efeknya (O_o). Memang saya gak sampe 14 x jatuh or sumthin, tapi gw paham betul arena itu bukan playgroundku. Itu bukan tempat dimana saya bisa bersinar terang. Memang sudah sejak dahulu kala saya lemah dalam hal physical activity. Apalagi klo kegiatannya yang membutuhkan kekompakan tim seperti maen bola atw basket atw sejenisnya. Anehnya, saya tidak pernah tidak dpt tim klo lagi bagi kelompok tanding di sekolahan… walau I’m sucks @ sport… mgkn ini anugrah… (brani mrk gak ngetag gw dlm tim mrk? awas aja klo ada tgs lab, paper, ujian dan pe er… bs gak naek kls mrk… :D ) I’m a solitary tiger. I’m not a lion who run in group.  Tetapi dalam hal ini saya berusaha berubah. Membuka diri untuk bekerja dalam tim, dan mau belajar physical activity (terimakasih teman2 yg mw mengajari)… Namun, saya tetep sadar I’m not made to this…

Sebelum ke TA, hasil mid spk dibagikan. Hasilnya puji Tuhan sangat memuaskan (100). Apalagi jika diingat saya hanya belajar di pagi hari sebelum brangkat dan waktu diantara pelayanan ibadah ke 2 dan  SPK. Tentunya ini lah kelebihan yang Tuhan beri pada saya. Saya sangat mudah belajar. Bahkan setelah sekian lama tidak belajar, saya mudah sekali memperoleh hasil yang baik. Sejak dahulu sekolah saya bukan anak paling rajin di sekolah, seringkali sengaja datang pagi2 banget ke sekolah untuk mengerjakan pe er dan belajar buat ulangan dalam waktu yang sangat singkat dan puji Tuhan saya bs tetep rangking 1 tuh… Dilihat seperti itu jelas ini kelebihan-talenta-yang Tuhan beri. Dalam hal ini saya lebih. Teman2 sekolah sering bercanda “pala lo gede sih mkny volume otaknya lebih besar! klo gw bljr butuh berjam2, lo paling beberapa menit udah masuk…” mgkn ada benernya… :D

Saya disadarkan 2 kejadian itu dimana kelebihan dan kekurangan saya. Bos saya di kantor mengharapkan analytical skill saya yang kata dy lumayan. Sehingga sering dy menyuruh saya melakukan beberapa riset dan kadang bertanya pendapat saya. Tentunya seorang bos tidak bodoh. Ini kelebihan saya. Tuhan beri otak yang cerdas. Banyak orang berusaha memperolehnya tapi dengan anugrah Tuhan sdh memperlengkapi saya dengan hal itu. Ini talenta yang saya harus kembangkan.

Selama beberapa saat belakangan ini entah kenapa hidup saya menjadi rumit, saya gak tau kenapa. Semua baik-baik saja. Bahkan saya sedang berusaha menyederhanakan hidup. TAPI sekarang saya sadar di situ lah masalah saya. With talent that I have, I’ll live to analyze things… I was made to it… ketika saya menyederhanakan banyak hal, my inner feeling doesn’t feels rite… Mungkin selama ini saya mencari di tempat yang salah. Saya terkecoh oleh hal2 remeh lain sehingga tak benar2 menyadari dimana saya harusnya berlari… Dengan tau apa kelebihan dan kekurangan kita, kita jadi lebih tau apa maksud dan tujuan Tuhan dalam hidup kita. Lebih mudah bagi Tuhan untuk bekerja dengan apa yang kita miliki daripada yang tidak kita miliki. Lebih mudah juga bagi kita mencari jalan Tuhan dengan meneliti hal yang sudah Tuhan berikan di hidup kita. So… think I’ll focus on that n back to the original-silent-thinking me… C U somewhere around guys.. GB

One Response to “Plus and Minus”

  1. Jafeto says:

    To simplify our lives, we have to be comfortable to not knowing. Stop figuring out things, just trust God who is still in control of everything

Leave a Reply