Archive for David

Change to chance

// June 18th, 2009 // 1 Comment » // David

Perubahan terutama yang saya rasa perlu saya perbaiki adalah paradigma saya. Beberapa saat lalu saya dipercaya menulis kolom trik utk mjlh tempat saya bekerja. Ketika paradigma saya salah (yes) maka saya menganggap hal tersebut sebagai beban, tambahan pekerjaan sehingga 2-3 kali kesempatan saya lewatkan dengan meng-outsource teman-teman saya yang lain. Dengan berbagai macam kompromi seperti: saya sibuk, mikirnya susah, ngapain gw kerjain wong kerjaan gw sndri aja udah bejibun, gw gak bisa istirahat, dsb sampai hal-hal ketidakpercayaan diri: duh, gw gak bs gbr, gak jago amat komputernya, skill masih tanggung dsbnya. Akhirnya hal itu juga terjadi di belahan kerjaan yg lain, sehingga sikap saya menjadi tidak positif bahkan nyolot klo disiinggung soal kerjaan. Suka gak peduli soal kerjaan. padahal jelas-jelas kita harus memberikan lebih bukan menanti kita diberi lebih.  Kita harus mengerjakannya seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Sementara saya suka masa bodo, pokoknya hanya apa yang di muka yg saya anggap job desk saya saja yg saya lakukan. Padahal dengan cara pandang yang lain justru hal tersebut bisa berarti kesempatan. Managing editor saya yang baru yang luar biasa kmrn blng (entah becanda or gak) bahwa saya kalau bisa diminta bantu menulis bbrp artikel sederhana klo ada waktu utk edisi-edisi depan. Saya ingin menolak paradigma lama dan menyambut kesempatan ini dengan pikiran cara pandang dan sikap positif yang baru. Sehingga pelayanan saya di tempat kerja juga membawa keberhasilan dan menjadi berkat bagi mereka yang blm mengenal Yesus. Saya ingin menjadi pribadi yang lebih positif yang tidak ngambek atw nyolot ketika ditegur atau dikritik. Bisa lebih ontime dan konsisten dalam pekerjaan. Jadi pribadi penuh integritas dan dimuliakan Allah! Amen!

OK. Saya beres2 dulu… bisa telad ngantor nih… hehehe… GB

Gelombang Kasih Karunia (as if things couldn’t get any better!)

// June 13th, 2009 // 2 Comments » // David

August 2007 > siang itu setelah selesai menyiapkan portfolio saya menuju multiplus di depan binus untuk mengirimkan 3 buah lamaran magang di 3 upscale graphic house di Indonesia. Terbersit rasa gak pede, sapa luh, blagu, kayak bakal ketrima, sebagus apa si lo, bahkan gw yakin ada beberapa teman yang menertawakan ketika gw lamar ke 3 tempat itu. Gw gak tlalu menonjol di kampus. Instead sebagai desainer grafis malah gw gak bisa gambar! Gw masuk desain pun karena anugrah, dapet beasiswa, jadi bs enroll tanpa tes masuk (selain bebas uang gedung)! Tapi sewaktu research tempat KP gw mengelompokkan kemungkinan-kemungkinan tempat dari yang paling TOP mnrt gw ke yang tidak terlalu TOP mnrt gw. Kliatannya kayak blagu. Link kesana aja gw gak punya. Karya juga gak ground breaking amat. Sementara banyak temen-temen yang mungkin mendapat bantuan kenalan keluarga atau dosen atau sisanya yang mencari tempat yang lebih low profile karena takut tertolak. Lalu apa gw gak takut tertolak? SANGAT takut. Ada 22.000 ketakutan dan kekawatiran yang harus gw kalahkan. Ada banyak rencana-rencana cadangan. Termasuk list itu, jika gak ada feedback dalam 3 hari lamaran gw di 3 tempat pertama maka gw akan apply ke kelompok di bawahnya yang krng oke dst. Tapi rencana Tuhan itu lain. 3 hari kemudian saya langsung dapat panggilan. Keesokkan harinya saya interview dan langsung diterima. Puji Tuhan. Seminggu kemudian tempat berikutnya memberi feedback. Langsung ditanya kapan saya mau mulai. Tempat yang ke 2 ini terus terang adalah tempat favorite saya. List pertama saya. Gw ngefans abis sama karya-karya ini tempat. Bahkan teman2 dan salah seorang dosen beken pnh blng (gw inget bgt) bahwa style tempat ini tercermin bgt di tugas kuliah gw. FYI graphic house ini bs dblng almost legendary graphic house di indonesia, langganan award grafis internasional, alumni-alumni pekerja sana skrg punya karir cemerlang bahkan terkenal di dunia kreatif, ada yang jadi fotografer kenamaan, editor mjlh desain (kompetitor euy :D ), dosen graduate program (di College of Art, SF>tmpt kuliahny Vianna) dan desainer internasional. Tapi… ada yang namanya etika dalam pekerjaan. Lagipula, I promise myself and God, tempat pertama yang kasi putusan bakal gw ambil. Jd, gw tolak tawaran magangnya. Anyway, 2 feedback dr 3 lamaran yg gw kirim! Not bad! certainly God do sumtin here…

But, again, Tuhan selalu memberi yang terbaik. I go to the best place for my internship. I never regret it. I meet a a lot of talented peoples, even being best friends with some of them! Diajarin banyak hal, diinspirasi, diomelin, diberi bantuan mengerjakan tugas akhir, ditawari pekerjaan bahkan waktu blm lulus, pokoknya it’s the best place I can come up to. Thx God for it. Bahkan setelah gw lulus dan gw memberikan kabar sama mereka, mereka memanggil gw lagi. And as if things couldn’t get any better, gw di tempatkan di bagian majalahnya! gw jd desainer satu-satunya majalah desain grafis di indonesia, yang selalu ditunggu komunitas kreatif dan selalu menjadi referensi desainer grafis negri ini. Bagaikan memasak buat koki, itu yang terjadi ketika gw mendesain sebuah majalah utk desainer. ITS HARD! parah! no wonder, krn bahkan gw belum wisuda saat mulai kerja itu. But NOW I enjoy it! The pains worth it! :D  Banyak kasih karunia gw terima walau dalam masa suram awal-awal kerja. Mulai dari kesalahan yang dimaafkan, bantuan-bantuan luar biasa. dsbny. Tapi itu dulu, smtara pak jafet blng bulan ini lah ada gelombang kasih karunia. Jadi jika dulu gw terima. sekarang…….

just this morning, June 2009 > inbox FB, ada msg bercokol di sana dg subjek: “masih di c****pt?”

Guess what? As if things couldn’t get any better! (gw ulang kalimat ini buat ke 2 kalinya). Seorang desainer grafis ternama Indonesia pemilik almost legendary graphic house yg gw ngefans abis2an dan gw tolak 2 tahun yang lalu mengirimkan sebuah msg. Tnyt resume dan portfolio yang udah gw kirim 2 tahun yang lalu itu, yang bahkan gw tolak tawarannya, masih di notice sama dy even after 2 years. Gw gak kebayang ada company yang masih nyimpen resume seorang yang sbnrnya “biasa aja” selama 2 TAHUN dan masih notice it! (Padahal dalam 2 tahun entah brp byk applicant yg apply! Kantor gw pernah buka lamaran dan yg ngelamar sampe 700 org-an… dan art director gw ampe eneg menelusuri semua portfolio penuh gambar itu…) Gw diminta maen ke kantor graphic itu… wow… bahkan bs ngbrl sama dy aja such a great opportunity! Rasanya seperti penyanyi debutan yang tiba-tiba diajak duet Melly Goeslaw atw Ahmad Dhani. Hmmm… Jika ini bukan kasih karunia lalu apa namanya?? :D I BELIEVE GOD MAKES A DIFFERENTIATION!

ps. bahkan ketika gw masi suka lupa dan malas saat teduh dan doa, dan buat dosa Tuhan membrikan hal-hal luar biasa ini ketika gw jalan di jalan-Nya. I wonder, apa jadinya ya kalau gw bs lebiiihhhh seriusss lagi sama Tuhan! PASTI lebih luar biasa! Mungkin gw bisa langsung terbang!!!! HAHAHAHAHAHA! So I make my decision now! Ayok serius lagi sama Tuhan! God I am Yours! :D GBU

He’s not finished with me yet

// May 26th, 2009 // 1 Comment » // David

I’ve been troubled since the day that I got here, trouble to the day that I disappear. That’ll be the day that I finally get it right

Still wonderin’ why I’m here. Still wrestling with my fear
But oh….He’s up to something,
And the farther out I go, I’ve seen enough to know that I’m not here for nothin’
He’s up to somethin’

So now’s my time to be a man, follow my heart as far as I can
No tellin’ where I’m ending up tonight
I never slow down or so it seems, but singing my heart is one of my dreams
All I gotta do is hold on tight

There is hope, for me yet because God won’t forget all the plans He’s made for me
I have to wait and see, He’s not finished with me yet, He’s not finished with me yet

— Wait and See by Brandon Heath

Everything Happen For A Reason

// May 22nd, 2009 // 2 Comments » // David, Uncategorized

Got this story from an email my friend sent
——————-
Semua dimulai dari impianku. Aku ingin menjadi astronot. Aku ingin terbang ke luar angkasa. Tetapi aku tidak memiliki sesuatu yang tepat.

Aku tidak memiliki gelar. Dan aku bukan seorang pilot. Namun, sesuatu pun terjadilah.

Gedung Putih mengumumkan mencari warga biasa untuk ikut dalam penerbangan 51-L pesawat ulang-alik Challanger. Dan warga itu adalah seorang guru. Aku warga biasa, dan aku seorang guru. Hari itu juga aku mengirimkan surat lamaran ke Washington . Setiap hari aku berlari ke kotak pos.

Akhirnya datanglah amplop resmi berlogo NASA. Doaku terkabulkan. Aku lolos penyisihan pertama. Ini benar-benar terjadi padaku.

Selama beberapa minggu berikutnya, perwujudan impianku semakin dekat saat NASA mengadakan test fisik dan mental. Begitu test selesai, aku menunggu dan berdoa lagi. Aku tahu aku semakin dekat pada impianku. Beberapa waktu kemudian, aku menerima panggilan untuk mengikuti program latihan astronot khusus di Kennedy Space Center .

Dari 43.000 pelamar, kemudian 10.000 orang, dan kini aku menjadi bagian dari 100 orang yang berkumpul untuk penilaian akhir. Ada simulator, uji klaustrofobi, latihan ketangkasan, percobaan mabuk udara. Siapakah di antara kami yang bisa melewati ujian akhir ini ? … Tuhan, biarlah diriku yang terpilih, begitu aku berdoa.

Lalu tibalah berita yang menghancurkan itu. NASA memilih Christina McAufliffe. Aku kalah. Impian hidupku hancur. Aku mengalami depresi.

Rasa percaya diriku lenyap, dan amarah menggantikan kebahagiaanku. Aku mempertanyakan semuanya. Kenapa Tuhan? … Kenapa bukan aku? … Bagian diriku yang mana yang kurang? … Mengapa aku diperlakukan kejam? …

Aku berpaling pada ayahku. Katanya, “Semua terjadi karena suatu alasan.”

Selasa, 28 Januari 1986, aku berkumpul bersama teman-teman untuk melihat peluncuran Challanger. Saat pesawat itu melewati menara landasan pacu, aku menantang impianku untuk terakhir kali. Tuhan, aku bersedia melakukan apa saja agar berada di dalam pesawat itu. Kenapa bukan aku?. Tujuh puluh tiga detik kemudian, Tuhan menjawab semua pertanyaanku dan menghapus semua keraguanku saat Challanger meledak, dan menewaskan semua penumpang..

Aku teringat kata-kata ayahku,”Semua terjadi karena suatu alasan.” Aku tidak terpilih dalam penerbangan itu, walaupun aku sangat menginginkannya karena Tuhan memiliki alasan lain untuk kehadiranku di bumi ini. Aku memiliki misi lain dalam hidup. Aku tidak kalah; aku seorang pemenang.

Aku menang karena aku telah kalah. Aku, Frank Slazak, masih hidup untuk bersyukur pada Tuhan karena tidak semua doaku dikabulkan.

Tuhan mengabulkan doa kita dengan 3 cara :

1. Apabila Tuhan mengatakan YA; Maka kita akan MENDAPATKAN APA YANG KITA MINTA
2. Apabila Tuhan mengatakan TIDAK; Maka kita akan mendapatkan yang LEBIH BAIK
3. Apabila Tuhan mengatakan TUNGGU; Maka kita akan mendapatkan yang TERBAIK sesuai dengan kehendak NYA

Tuhan tidak pernah terlambat, DIA juga tidak tergesa-gesa namun DIA tepat waktu…

Tuhan Yesus Memberkatimu.

I’m not forgotten

// May 12th, 2009 // 1 Comment » // David

Used to believe that I could never ever please Ya

I spent a long time running scared, couldn’t receive that You would never ever leave me

Didn’t know that You would call me friend

But now Your grace for me is ever chasing me

And You’re not mad at me. No You’re not mad at me,

You’re madly in love with me, You love me madly

Surely Goodness and Mercy shall follow me, all my days.

Walau padang gurun menghadang aku

Walau badai riuh menerjang aku

Walau dalam api membara aku

Walau singa buas mengancam aku

Namunku tak gentar

kar’na Kaulah pelindungku

Even though I go through the valley of the shadow I’m not forgotten

I’m not afraid I know that You are with me

Even what You told me

You would always hold me safe in the palm of Your hand

I know You’ll never leave me, No way

Tak terbatas karya-Mu di dalam duniaku

Tak terukur kasih-Mu, Kau menebus hidupku

Dengan Kau disisiku kukalahkan smua musuh bukan karna hebatku namun karna kuasa-Mu

AMEN!

—tweaked from Israel Houghton (Just Wanna Say+Surely Goodness) and TW Youth (Raja Mulia+Kutinggikan Kuagungkan)

Plus and Minus

// May 5th, 2009 // 1 Comment » // David

Hari minggu kemarin ada 2 kejadian yang membuatku menyadari 2 hal, kelebihan dan kekuranganku:

Kemarin minggu Komsel kami mengadakan acara esketing bareng yang gak rugi banget… krn sampe hr ini masih kerasa efeknya (O_o). Memang saya gak sampe 14 x jatuh or sumthin, tapi gw paham betul arena itu bukan playgroundku. Itu bukan tempat dimana saya bisa bersinar terang. Memang sudah sejak dahulu kala saya lemah dalam hal physical activity. Apalagi klo kegiatannya yang membutuhkan kekompakan tim seperti maen bola atw basket atw sejenisnya. Anehnya, saya tidak pernah tidak dpt tim klo lagi bagi kelompok tanding di sekolahan… walau I’m sucks @ sport… mgkn ini anugrah… (brani mrk gak ngetag gw dlm tim mrk? awas aja klo ada tgs lab, paper, ujian dan pe er… bs gak naek kls mrk… :D ) I’m a solitary tiger. I’m not a lion who run in group.  Tetapi dalam hal ini saya berusaha berubah. Membuka diri untuk bekerja dalam tim, dan mau belajar physical activity (terimakasih teman2 yg mw mengajari)… Namun, saya tetep sadar I’m not made to this…

Sebelum ke TA, hasil mid spk dibagikan. Hasilnya puji Tuhan sangat memuaskan (100). Apalagi jika diingat saya hanya belajar di pagi hari sebelum brangkat dan waktu diantara pelayanan ibadah ke 2 dan  SPK. Tentunya ini lah kelebihan yang Tuhan beri pada saya. Saya sangat mudah belajar. Bahkan setelah sekian lama tidak belajar, saya mudah sekali memperoleh hasil yang baik. Sejak dahulu sekolah saya bukan anak paling rajin di sekolah, seringkali sengaja datang pagi2 banget ke sekolah untuk mengerjakan pe er dan belajar buat ulangan dalam waktu yang sangat singkat dan puji Tuhan saya bs tetep rangking 1 tuh… Dilihat seperti itu jelas ini kelebihan-talenta-yang Tuhan beri. Dalam hal ini saya lebih. Teman2 sekolah sering bercanda “pala lo gede sih mkny volume otaknya lebih besar! klo gw bljr butuh berjam2, lo paling beberapa menit udah masuk…” mgkn ada benernya… :D

Saya disadarkan 2 kejadian itu dimana kelebihan dan kekurangan saya. Bos saya di kantor mengharapkan analytical skill saya yang kata dy lumayan. Sehingga sering dy menyuruh saya melakukan beberapa riset dan kadang bertanya pendapat saya. Tentunya seorang bos tidak bodoh. Ini kelebihan saya. Tuhan beri otak yang cerdas. Banyak orang berusaha memperolehnya tapi dengan anugrah Tuhan sdh memperlengkapi saya dengan hal itu. Ini talenta yang saya harus kembangkan.

Selama beberapa saat belakangan ini entah kenapa hidup saya menjadi rumit, saya gak tau kenapa. Semua baik-baik saja. Bahkan saya sedang berusaha menyederhanakan hidup. TAPI sekarang saya sadar di situ lah masalah saya. With talent that I have, I’ll live to analyze things… I was made to it… ketika saya menyederhanakan banyak hal, my inner feeling doesn’t feels rite… Mungkin selama ini saya mencari di tempat yang salah. Saya terkecoh oleh hal2 remeh lain sehingga tak benar2 menyadari dimana saya harusnya berlari… Dengan tau apa kelebihan dan kekurangan kita, kita jadi lebih tau apa maksud dan tujuan Tuhan dalam hidup kita. Lebih mudah bagi Tuhan untuk bekerja dengan apa yang kita miliki daripada yang tidak kita miliki. Lebih mudah juga bagi kita mencari jalan Tuhan dengan meneliti hal yang sudah Tuhan berikan di hidup kita. So… think I’ll focus on that n back to the original-silent-thinking me… C U somewhere around guys.. GB

This is David’s Canaan in 2009

// April 27th, 2009 // 1 Comment » // David, visi2009

* Tulisan ini dibuat dalam rangka Proyek Ketaatan Komsel Purpose People (maaf telad)

Tanah Kanaan adalah janji yang diberikan Allah pada umat-Nya. Janji yang harus diperjuangkan dan ditempuh dengan perjalanan panjang setelah umat-Nya dimenangkan dari perbudakan. Dengan keyakinan yang sama. Kami meyakini janji ini tersedia juga bagi kami anak-anak-Nya dan akan terpenuhi tahun ini. Tahun ini tahun masuk tanah kanaan. Tahun penuh keajaiban. Tahun pergerakan!

Secara pribadi saya mencari-cari apa yang menjadi ‘tanah kanaan’ saya tahun ini. Bukan kebetulan Tuhan sudah memulai apa yang Dy kerjakan sejak jauh-jauh hari. Sejak dapet kerja thn lalu, sejak mulai kuliah tahun 2004, sejak sma, bahkan sejak sejauh sebelumnya Tuhan sudah menyatakan jalan-Nya. Benar-benar dalam hidupku sampai saat ini Tuhan mengantar pada tujuan-Nya yang unik… Maybe someother time I’ll write sumtin about it…

Jadi intinya tahun ini saya melanjutkan apa yang sudah dimulai. Dan pada awalnya I just do what God give… “Whatever your hand finds to do, do it with all your might”-Ecclesiastes 9:10. Pekerjaan saya di majalah desain grafis Concept bisa jadi adalah visi saya. Di akhir tahun 2008 ketika saya baru mulai bekerja, performance saya bisa dibilang tidak baik. Stress… cape… pada waktu itu seringkali berpikir untuk resign… Walau jelas-jelas saya tau menjadi designer majalah Concept bahkan waktu saya baru saja lulus kuliah adalah sebuah loncatan jauh dalam karier saya sebagai designer grafis. Itu percepatan yang Tuhan beri di tahun 2008. Namun akibat krng baik dari percepatan itu. Ya u know lah. Great task always comes with great burden… Semua di luar kendali. Saya harus meningkatkan standar kerjaan saya secepat-cepatnya dan sebagus-bagusnya. Dan awalnya ini jadi visi saya tahun ini. Tapi waktu berjalan, Tuhan beri hal lain. I have to conquer this job by this year. Kapasitasku harus membesar sebesar-besarnya sampai kantor saya yang sekarang tak lagi bisa menampung seorang David Irianto dalam tahun ini. Terus terang Tuhan dalam 4 bulan awal saja membuka banyak hal, ada banyak kompetisi nasional atw internasional berlangsung… (tapi krn kebodohan saya melewatkannya >.<) lalu kesempatan menulis di majalah Concept bukan hanya mendesign, kesempatan ber-freelance, mengisi content ezine, pamer artwork, punya clothing line sndri bareng ko mic, dan yg terakhir membuat cover album seorang penyanyi rohani yang diberkati Tuhan yang saya yakin nanti bakal sekelas israel houghton (u knw who u are), dan lain sebagainya.

Lalu jeng-jeng saya menemukan artikel: (baca ya… artikel ini sangat membanggakan kita sebagai bangsa Indonesia…)

http://www.swa.co.id/swamajalah/artikellain/details.php?cid=1&id=8758&pageNum=1

Nah artikel itu hal yang menjadikan visi saya lebih jelas! Target saya nantinya Go Internasional. Tercatat jadi desainer yang membanggakan negri dan Tuhan. Tunggu saatnya nama saya ada di artikel semacam itu… :D

Tapi untuk itu tahun 2009 ini tanah kanaan saya: GO NASIONAL. Saya sudah punya kendaraan yang tepat (pekerjaan saya yang setiap 2 bulan dinantikan orang banyak dan diedarkan kepada komunitas kreatif di seantero negri). Dan ada banyak hal menanti saya setahun ini. Masih ada 8 bulan untuk visi itu. Jika dalam 4 bulan pertama visi awal saya supaya dalam hal pekerjaan Tuhan membuat saya menjadi lbh capable aja sudah terpenuhi apalagi visi saya yang sesungguhnya! Jadi di awal 2010 saya yakin saya siap Go internasional! hahahaha!

Jadi ingat when I decided to enroll for visual communication design at Binus. Majority of my friend doubt on me, they even laugh at me, telling cruel stuff about me…  some of they think more proper for me to chase a technical career rather than art one. Everyone’s wondering. But I don’t stop to please someone else’s needs. I pray. God be with me! Who or what am I scare? Look, now I am the graphic designer of Concept magazine. I have one of the most dreamed job for a graphic designer in this country. God brought me this far, for He’s not forsaken me. I’m sure He’s complete what He’s already begin. His way go beyond my way. I believe the best is yet to come! Can’t wait to see what’s it coming next… Thx Lord :D

Alergi

// April 24th, 2009 // 1 Comment » // David

Hari kamis, saya berangkat ke kantor tengah hari bolong dengan ijin menambahkan istirahat akibat alergi hr sebelumnya, sebenarnya mau skalian ijin 1 hari (krn byk kerjaan nonformal yang blm selesai, td nya kupikir alergi ini ‘jalan’ dr Tuhan utk menyelesaikan itu semua :D ), tapi hikmat saya menyuruh saya berangkat. Sesampainya di kantor saya langsung menuju ke bagian finance untuk me-reimburse uang buat beli obat kemarin siang. Ketika berbicara saya bertemu seorang driver kantor, sebut saja pak jono (bukan nama sebenarnya), Dia melihat bungkusan obat yang saya bawa, dan bertanya, Mas obat apa itu? Saya menjawab, oh ini buat alergi, kemarin tiba2 saya alergi. Wah kalau saya biasa pakai obat ******* (dilarang menyebutkan merek), saya beli sampai berdus-dus, lanjutnya. Anak saya itu punya alergi telor, tapi doyan banget makan telor. Loh kalau gitu ya gak usah dikasi makan telor donk pak, kata saya. Lah ya gimana mas, namanya juga anak kecil, gak bisa dilarang, yaudah tiap kali makan telor ya saya kasih minum obat itu. Wah bahaya lo pak, kan itu obat keras, gak boleh sering-sering dimakan. Abis anaknya nangis kalau gak dikasih makan telor. Lalu saya mengakhiri pembicaraan karena memang sudah siang dan saya belum kerjain apa2…

1 hal saya pelajari, sering kali kita sebagai orang percaya mirip dengan anak pak jono itu. Udah tau dosa, tapi karena yakin Tuhan pasti mengampuni, lalu kita mengkompromikan dosa itu. Karena sudah tau obatnya jadi diterobos aja. Dosa kan enak kaya telor itu, tapi dosa punya akibat alergi bagi manusia, karena manusia tidak diciptakan untuk berdosa. It’s not in our blood! Walau Tuhan sudah menebus kita, dan akan selalu memaafkan kita, yang berarti kita sudah punya obat dosa tersebut. Namun, tetap saja seperti anak itu, kita masih dapat merasakan efek dari dosa tersebut. Bukan berarti IA tidak menebus kita secara utuh, tapi seperti si anak yang tetep merasakan kulit memerah, panas, gatal serta jantung berdebar-debar, kepala pusing (trust me! it works! :| ) dosa kita juga punya implikasi terhadap kita selama kita di dunia. Ada hukum alam yang tak bisa dilanggar. Misalnya, kita berbohong, lalu bertobat dan minta maaf, Tuhan sudah mengampuni, tapi kita sudah terlanjur menyakiti orang yang kita bohongi, hubungan kita sulit sekali kembali ke saat belum terjadi kebohongan. Mungkin suka bergosip, di gereja misalnya, setelah bertobatpun, kita sudah menjadi batu sandungan bagi saudara-saudara kita. Yang ekstrim, ketika seorang membunuh orang lalu bertobat, Allah mengampuninya, tetapi ia masih harus menanggung hukuman di penjara. Contoh lain, seseorang yang melakukan free sex, lalu bertobat, jiwa nya diselamatkan, tetapi mungkin ia terlanjur terkena penyakit, atau jika Tuhan memulihkan tubuhnya juga, masih mungkin partner free sex nya itu bisa saja tiba2 di masa depan hadir kembali ketika ia sudah membina sebuah keluarga bahagia dalam Tuhan, bayangkan apa jadinya? Hal-hal semacam itu bisa menjadi implikasi dosa kita. Karena kita masih hidup di dunia, ada hukum dunia yang mengikat setiap tindakan kita. Tindakan kita adalah pilihan, dan ketika kita sudah memilih maka bersiaplah menerima akibat-akibat dari pilihan tersebut (dalam persepsi saya tentang hukum dunia/hukum alam/takdir ini saya pahami sebagai inevitable. There is no such things as coincidence. All there is the inevitable). Lalu? Tetap andalkan Tuhan, hal keterpurukan apapun jika di serahkan pada-Nya sanggup diubahkan jadi kemenangan, ratapan menjadi tarian, tidak cuma menjadi senyuman. Tuhan menyertai kita bahkan dalam lembah kekelaman akibat dari dosa kita. Dan yang terutama, bertobat dan jangan berdosa lagi sekecil apapun. Sulit memang, tapi itu lah tanda kita sudah dewasa. Tidak seperti seorang anak yang merengek minta telor padahal tau hal tersebut menyebabkannya alergi hanya karena tau bahwa ada obat yang dapat menyembuhkannya. Makan telor, enak, alergi, minum obat, berulang2… Pokoknya tetep aja rasanya alergi itu gak enak!

Cacatku dan segalanya

// April 23rd, 2009 // 3 Comments » // David

Aku seperti kereta rongsokan di pagi hari

Aku seorang jalang di siang hari

Setiap sekarang dan nanti, tanpa peringatan aku bisa benar-benar kejam pada-Mu

Aku adalah puzzle, ya benar

Selalu rumit di setiap jalan

Dan bagian-bagiannya bahkan tidak di dalam kotak

Tapi Kau melihat gambarnya jelas secerah hari

Aku mengabaikan-Mu ketika ku bekerja

Ketika butuh perhatian aku cenderung mengomel

Aku adalah serangkaian ketidaksempurnaan

Dan Kau melihat melampaui itu semua

Aku sederhana dalam banyak standar

Tapi di mata-Mu aku adalah raja

Kau melihat potensi di semua cacatku

Dan itulah yang tepat aku butuhkan

Aku tak tau kenapa Kau mencintaiku

Dan karena itu aku mencintai-Mu

Kau tangkapku ketika ku jatuh

Menerimaku, cacatku dan semua

Dan karena itu aku mencintai-Mu

Dan karena itu aku mencintai-Mu

Dan karena itu aku mencintai-Mu

Sebuah lagu sekuler (tebak jdlny :D ) yang terus terngiang-ngiang di kepalaku beberapa hari ini… walau lagu ini bukan lagu rohani tapi bagiku sepertinya menjadi pengingat betapa besar Ia yang mau menerimaku apa adanya… aku tau tidak ada manusia yang sanggup krn manusia terbatas, mungkin dalam beberapa aspek mereka menerimaku tapi akan ada saatnya ketika mungkin aku akan mengecewakan mereka, di pikiranku ketika lagu ini berputar, hanya satu nama yang sanggup menerimaku apa adanya (karena Ia yang membentukku, Ia tau semua hal dalam hidupku, dan tau semua tujuan dari membentukku seperti itu, semua kelebihan dan kekuranganku)…  Aku percaya Tuhan dapat memakai apapun menjadi pengingat bagi kita… Ia sanggup! Dan ku ingin lebih mencintai-Mu lagi…

Dan selama ia mencari Tuhan

// April 22nd, 2009 // 3 Comments » // David

Ada 2 orang raja Yehuda bernama Amazia dan Uzia anaknya.  Kedua-duanya melakukan apa yang benar di hadapan Tuhan, namun tidak dengan segenap hatinya. Ketika Amazia mendengar petunjuk Allah ia beroleh kemenangan, namun ketika ia mengabaikannya ia kalah bahkan mati. Uzia oleh penyertaan Tuhan ia menjadi raja yang hebat, namanya termasyur sampai ke negeri-negeri yang jauh, karena ia ditolong dengan ajaib sehingga menjadi kuat.

Mungkin hidup kita seperti kedua raja tersebut. Mencintai Tuhan namun tidak dengan segenap hati. Mungkin ada hal-hal atau orang-orang yang diposisikan lebih tinggi dalam hati kita. Pekerjaan, uang, orang tua, pacar, teman, atau bahkan kehidupan itu sendiri.  Kedua raja melakukan 2 kesalahan yang berbeda. Amazia menduakan Allah dengan menyembah berhala, sehingga ia tidak menjadi peka akan perintah dan peringatan Allah. Ia menjadi bodoh dan menyongsong kehancurannya sendiri. Apakah kita seperti itu? Mungkin ada berhala dalah hidup kita. Mungkin Ia tidak yang terutama sehingga kita kehilangan kepekaan terhadap kehadiran-Nya. Uzia menjadi sombong dengan kebesaran yang Allah berikan, ia merasa dapat melakukan semuanya sendiri. Ia melangkahi otoritas para imam pada waktu itu dengan masuk bait Allah dan membakar ukupan, sehingga ia dikutuk. Apakah kita merasa bisa melakukan segalanya? Apakah kita melakukan sesuatu yang bukan bagian kita, hanya karena kita merasa sanggup?

Hal ini menegor saya dalam banyak hal. Semakin dalam hubungan kita dengan Tuhan, semakin Ia ingin kita menjadi semakin sempurna, sehingga banyak detil yang tadinya tidak kita perhatikan mulai Ia ingatkan. Yang dulunya cuma ‘yang penting sudah mulai’, ‘lebih baik daripada tidak sama sekali’ dan berbagai hal yang menjadi alasan dalam kehidupan kita. Mulai diingatkan untuk di bawa lebih dalam. Karena yang terbaik tidak datang dengan memberi yang ‘daripada tidak sama sekali’, tapi dengan memberikan yang terbaik. Karena selama kita mencari Tuhan, Allah membuat segala usaha kita berhasil!

3 days ago